Stroke, merupakan kata yang diartikan sebagai penyakit yang ditakuti. Sering terdengar ada kenalan, keluarga, teman, yang terkena stroke. Penderita yang tadinya aktif, dapat bekerja, dapat berjalan, berbicara, memberi nasehat, memberi uang, tiba‐tiba menjadi tidak berdaya, tidak sadar, tergeletak di tempat tidur.
Datangnya perubahan sangat mendadak ? Apakah benar demikian ? Stroke itu sportif, sebelum menyerang biasanya memberikan isyarat peringatan lebih dulu. Serangan stroke memang terjadi dengan tiba‐tiba, namun sebenarnya gejalanya sudah muncul jauh sebelum serangan itu terjadi. 1
a.
Stroke menyerang siapa saja? Stroke tidak pandang bulu. Stroke dapat menyerang pria dan wanita, tua dan muda, kaya dan miskin, orang baik dan jahat, orang berpangkat dan orang bias
Apakah serangan stroke itu ? Istilah awam untuk stroke adalah serangan otak yang terjadi secara tiba‐tiba, dengan akibat kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. Sebenarnya gejala stroke sangat bervariasi, bukan hanya kelumpuhan separuh tubuh. Kata “Stroke” merupakan istilah Inggris yang berarti “pukulan” bermakna “pukulan telak dan mendadak”.
Berbagai istilah untuk stroke adalah sebagai berikut:
•Apopleksi Serebri: istilah kuno, sama maknanya dengan CVA
•GPDO (Gangguan Peredaran Darah Otak): di pusat pelayanan neurologi Indonesia
•CVD (Cerebro Vascular Disease): penyakit‐penyakit dengan lesi vaskuler di otak, kesediaan menyelami penyakit (“disease”) yang mendasari stroke
•CVA (Cerebro Vascular Accident): kecelakaan (“accident”), secara kebetulan (“accident”)
CVA (cerebro vasculer accident): mengungkapkan sikap yang seolah‐olah menganggap kejadian “stroke”sebagai suatu kecelakaan (accident), secara kebetulan (accident), atau tidak terduga menjadi kenyataan. Kejadian “stroke” memang tidak tersangka atau terduga, tetapi setiap orang seharusnya mengetahui adanya gejala‐gejala yang mendahuluinya.
Sumber : bethesda

0 comments:
Post a Comment